ABSTRAK
Perilaku konsumen dimanapun, baik di Indonesia dan negara-negara lain selalu menarik untuk dibicarakan. Bukan saja oleh para produsen, tapi juga bagi pemasar, pengamat bisnis termasuk praktisi periklanan. Banyak hal yang perlu kita ketahui dari konsumen, seperti sosial budaya, pendidikan, pekerjaan, jenis kelamin, usia, tingkat relijiusitas, etika atau adat, dan lain sebagainya. Dari data tersebut, kemudian kita bisa rancang rencana dan strategi pemasaran untuk mendapatkan porsi pasar (market share). Memang tidak mudah, namun itu jauh lebih baik ketimbang kita sama sekali tidak ada gambaran yang jelas terhadap pasar yang akan kita masuki.
PENDAHULUAN
Konsumen membuat sejumlah keputusan dan pembelian setiap hari. Hampir seluruh pemasar meneliti pengambilan putusan pembelian konsumen secara mendetail untuk mengetahui apa yang mereka beli, dimana dan seberapa banyak. Namun mempelajari mengenai alasan perilaku pembelian konsumen tidaklah mudah, seringkali tersembunyi jauh di dalam benak konsumen. Konsumen sering kali memiliki alasan sendiri kenapa ia membeli produk A misalnya, dan kenapa produk B. Alasan-alasan tersebut merupakan faktor yang sangat penting bagi pemasar dalam menentukan desain produk, harga, saluran distribusi, dan program promosi yang efektif, serta beberapa aspek lain dari program pemasaran perusahaan. Dengan demikian, faktor-faktor budaya memiliki faktor terluas dan terdalam dalam perilaku konsumen. Pemasar perlu memahami peranan yang baik yang dimainkan oleh budaya, subbudaya dan kelas sosial. Faktor-faktor sosial mengatur perilaku konsumen seperti kelompok kecil dan status yang melingkupi konsumen. Faktor-faktor pribadi mempengaruhi konsumen seperti umur, siklus hidup, pekerjaan, situsi ekonomi, gaya hidup, kepribadian dan konsep diri. Faktor-faktor psikologis mempengaruhi perilaku konsumen seperti motivasi, persepsi, pembelajaran, kepercayaan dan sikap.
Senin, 08 Oktober 2007
Langganan:
Komentar (Atom)